Reuni Akbar Batalyon Infanteri 303/Setia Sampai Mati di Bandung

Reuni Akbar Batalyon Infanteri 303/Setia Sampai Mati di Bandung

Reuni akbar Batalyon Infanteri 303/Setia Sampai Mati di Bandung menjadi momentum silaturahmi lintas generasi yang menghidupkan kembali semangat korps dan kenangan pengabdian. Dihadiri ratusan purnawirawan dan prajurit aktif, acara ini merayakan tradisi satuan, dari Operasi Seroja hingga tugas perdamaian PBB. Penutupan dengan doa dan tumpengan menjadi simbol syukur serta penghormatan bagi para purnawirawan yang telah berjasa bagi bangsa dan negara.

Di bawah langit Bandung yang teduh, Lapangan Tegallega kembali menjadi saksi bisu kehangatan silaturahmi yang tak lekang oleh waktu. Ratusan prajurit dan purnawirawan Batalyon Infanteri 303/Setia Sampai Mati memadati lapangan bersejarah itu dalam sebuah reuni akbar yang berlangsung selama dua hari. Bagi mereka yang pernah menorehkan darah dan dedikasi di satuan kebanggaan ini, momen tersebut bukan sekadar pertemuan biasa—melainkan sebuah ziarah kenangan yang menghidupkan kembali nilai kesetiaan, pengorbanan, dan kebanggaan korps yang telah terpatri dalam jiwa prajurit sejati.

Silaturahmi yang Menghidupkan Semangat Korps

Kehadiran Komandan Kodim 0618/Kota Bandung, Kolonel Inf Eko Wijayanto, yang mewakili Komandan Korem, menegaskan betapa pentingnya acara ini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa reuni seperti ini merupakan sarana yang sangat berarti untuk menjaga semangat korps dan berbagi pengalaman antargenerasi. “Kebersamaan ini adalah aset berharga. Dari para sesepuh, generasi penerus belajar tentang arti ketangguhan dan loyalitas,” ujarnya dengan penuh hormat. Kata-kata itu disambut anggukan setuju dari para veteran yang duduk dengan bangga mengenakan baret hijau—simbol kehormatan yang telah menemani mereka dalam berbagai medan pengabdian.

Suasana haru pun tak terhindarkan ketika para purnawirawan bergantian bercerita tentang operasi-operasi yang pernah mereka jalani. Dari masa-masa berat Operasi Seroja hingga penugasan mulia sebagai pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, setiap kisah adalah untaian doa dan perjuangan yang patut dikenang. Salah seorang veteran, Serma (Purn) Sugeng, dengan mata berkaca-kaca menuturkan bagaimana ia dan rekan-rekannya bertahan hidup di medan hutan dan gunung selama bertahun-tahun. “Di sana kami belajar arti sebenarnya dari kata setia—setia kepada tugas, setia kepada satuan, setia kepada bangsa,” tuturnya lirih, diselingi tawa dan tetes air mata haru dari hadirin yang larut dalam kenangan.

  • Operasi Seroja—pengabdian di medan operasi yang menuntut keberanian dan ketahanan fisik luar biasa.
  • Tugas perdamaian PBB—membawa nama harum bangsa di kancah internasional.
  • Pengabdian di wilayah—menjaga kedaulatan dan melindungi rakyat dari Sabang sampai Merauke.

Tradisi yang Tak Pernah Pudar

Di sudut Lapangan Tegallega, sebuah tenda besar menjadi pusat perhatian. Dinding-dindingnya dipenuhi foto-foto lama yang memicu nostalgia mendalam. Wajah-wajah muda yang penuh semangat tergambar jelas dalam bingkai-bingkai usang—mereka yang kini beruban namun tetap berdiri tegap membawa nama Batalyon Infanteri 303. Deretan foto itu bukan sekadar pajangan, melainkan bukti sejarah bahwa tradisi satuan ini terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Saat lagu-lagu perjuangan mengalun, suara mereka bersatu dalam satu irama, seolah masa pengabdian itu baru saja berlalu kemarin. Tawa dan haru bergantian mewarnai penghujung acara, diakhiri dengan doa bersama dan tumpengan sebagai simbol syukur atas kesempatan untuk kembali bertemu di usia yang semakin matang.

Reuni akbar ini mengingatkan kita semua bahwa Batalyon Infanteri 303/Setia Sampai Mati bukan sekadar nama dalam sejarah—ia adalah keluarga besar yang diikat oleh darah, keringat, dan air mata pengabdian. Tradisi seperti ini adalah warisan luhur yang harus terus dijaga, agar generasi penerus selalu ingat bahwa kemerdekaan dan keutuhan bangsa ini dibayar dengan nyala jiwa para pendahulu. Ketika langkah mulai terasa berat dan usia tidak lagi muda, kebersamaan seperti inilah yang menjadi obat segala kerinduan.

Kepada para purnawirawan Batalyon Infanteri 303, Jenderal, Kolonel, Letnan, Sersan, dan semua prajurit yang pernah mengabdi—kami menghaturkan penghormatan setinggi-tingginya. Jasamu telah tertanam dalam tanah air ini, namamu terukir dalam sejarah perjuangan bangsa. Semoga semangat kesetiaan yang kalian wariskan tidak pernah padam, dan tetap menjadi pelita bagi generasi penerus TNI Angkatan Darat. Terima kasih atas pengabdianmu. Setia sampai mati—bukan sekadar motto, melainkan janji yang telah kalian buktikan sepanjang hayat.

Reuni Akbar Batalyon Infanteri 303 Silaturahmi Veteran
Topik: Reuni Akbar Batalyon Infanteri 303, Silaturahmi, Veteran
Tokoh: Kolonel Inf Eko Wijayanto, Serma (Purn) Sugeng
Organisasi: Batalyon Infanteri 303/Setia Sampai Mati, Dandim 0618/Kota Bandung, PBB
Lokasi: Lapangan Tegallega Bandung, Bandung